spot_img

Peningkatan Jalan Teluk Haur – Teluk Ambulu Paket 3 Diduga Menyimpang Dari Spek Dan RAB

Baca Juga

Peningkatan Jalan Teluk Haur – Teluk Ambulu Paket 3 Diduga Menyimpang Dari Spek Dan RAB

PMP Kabupaten Bekasi – Terkait proyek peningkatan jalan Teluk Haur – Teluk Ambulu Desa Sumberreja Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi paket 3.

Kegiatan tersebut menggunakan Anggaran APBD TA.2022 yang di laksanakan oleh CV Baskara Putra dengan nilai Rp 410.474.056.00 disinyalir sarat penyimpangan.

Pasalnya, saat kegiatan itu berlangsung tidak di temukan lampu penerangan, pembesian yang diduga tidak maksimal seperti besi dowel, tibar dan uarmes, dan coran beton pun tidak pull dari papan begisting, tidak tutup kemungkinan ada upaya untuk mengurangi ketebalan yang di tentukan.

Ironisnya lgi saat awak media mencoba menyambangi dan mengambil gambar kegiatan tersebut, yang berada di lokasi ada upaya menghalang-halangi awak media tersebut 06-08-2022 sabtu dini hari.

Diwaktu dan tempat yang sama awak media pun mempertanyakan ke salah satu pekerja terkait panjang, lebar dan tinggi dari kegiatan tersebut. ” kalau untuk panjang sekitar 156 meter bang, lebar 5 meter tapi di kerjakan 2,5 meter dulu” ucapnya.

“Untuk panjang segitu bisa sekitar 14 mobil dengan kepasitas 7 kubik, dan yang di kerjakan ( dicor ) lebar 2,5 meter dulu, sebelumnya kira-kira 2 hari yang lalu sudah 6 mobil sekitar 70 meteran bang, nah yang sekarang sisa kemarin yang di cor” tambahnya.

Maksum selaku Ketua LSM GMPI wilayah Kecamatan Pebayuran, saat di mintai keterangan dan tanggapan prihal kegiatan tersebut mengatakan, selaku sosial kontrol dan selalu masyarakat wilayah mengharapkan, dengan adanya kegiatan peningkatan jalan paket 3 yang di kerjakan oleh CV Bagaskara Putra yang beralamat kp. Binong No 16 Rt 002/001, Kel. Jayamukti, Kab.Bekasi haruslah sesuai Spek dan RAB yang ada. Apalagi direktur dari CV ini seorang mantan Dewan dari salah satu partai, Terangnya.

saat di tanyakan terkait kegiatan yang sudah berlangsung oleh awak media Maksum mengatakan, “untuk kegiatan sekarang yang masih berjalan bisa di katakan ada dugaan penyimpangan, baik dari pembesian, ketebalan dan alat pendukung lainya” tegasnya.

” kami mengharapkan kepada Dinas terkait serta Konsultan agar fungsi dan tugasnya di jalan kan menurut aturan yang ada, jangan gak enak atau takut sama kontraktor” tambahnya. ( Way )

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru